A. Judul / Tema
Menentukan ide dan judul film harus mempertimbangkan hal-hal berikut :
- Menurut pengamatan terhadap penonton bioskop 21 dan BlitzMegaplex, penonton umumnya berusia <>
- Film yang biasanya bertahan lama (sukses) ber-genre komedi, romantika remaja dan horror
- Alur cerita tidak bertele-tele dan pesan yang hendak disampaikan jelas. (Ada perbedaan antara FTV dan Film Bioskop, dan Film bukan sekedar penggambaran sebuah cerita)
- Karakter tokoh utama dalam cerita harus kuat. Tokoh dalam cerita film harus mudah diidentifikasi dan karakternya dapat melekat kuat dihati penonton. Ingat film Ghost, setelah menonton film tersebut hampir semua wanita mengikuti model rambut Demi Moore, atau film kartun Jepang yang membuat anak-anak penonton film tersebut terobsesi sebagai Satria Baja Hitam atau tagnya yang melekat kuat dalam ingatan anak-anak “Berubah !” Ide cerita dan jalannya cerita merupakan factor penting untuk kesuksesan sebuah film. Cerita yang kuat (jelas penokohannya/character pemeran utama yang kuat, konflik yang jelas dan tidak mengada-ada, pesan yang mudah dicerna) harus sudah dibahas secara mendalam sebelum sebuah film diputuskan untuk di produksi. Produksi film yang baik, bukan diawali dengan pembahasan berapa besar budget yang harus dikeluarkan, malainkan diawali dengan pembahasan seberapa kuat cerita yang akan dijual (atau dalam bahasa ekonominya seberapa komersial ceritanya)
B. Casting / Pemain
Menurut Dedi Mizwar sebagai mana dikutip Kafi Kurnia, pemeran utama untuk film Indonesia yang laris umumnya pria. Selebriti pria di Indonesia jauh lebih “komersial” dibanding selebriti wanita. Penonton film di bioskop Indonesia saat ini secara demografis di dominasi oleh penonton berusia 13-25 tahun. Pada saat membawa artis keliling daerah mempromosikan film, biasanya fans wanita jauh lebih intense dan aktif berinteraksi dengan selebriti pria. Mereka tidak segan naik panggung, minta di photo, minta tanda tangan, dan berinteraksi aktif dengan para selebriti. Pokoknya gaduh dan heboh. Berlainan dengan fans pria yang cenderung lebih kalem dalam berinteraksi dengan selebriti wanita.
C. Biaya produksi
Dalam produksi film, urutan pembahasan yang benar adalah sebagaimana diutarakan di atas. Dimulai dengan ide cerita, yang kemudian menentukan karakter pemain, lalu menentukan pemain sesuai karakter yang telah disepakati, baru kemudian membicarakan biaya produksi. Walaupun penting, pembahasan biaya produksi barulah dilakukan setelah cerita dan pemain disepakati. Hal-hal berikut harus menjadi pertimbangan dalam pembahasan biaya produksi sebuah film layar lebar
- Jumlah penonton bioskop di Indonesia berkisar 250.000 orang (21cineplex dan Blitzmegaplex)
- Share harga tiket dengan pihak bioskop setelah dikurangi biaya-biaya = Rp. 6.000,- per tiket
- Jadi bila menurut analisa produser filmnya dari segi cerita menarik, maka biaya produksi dan promosi yang masuk akal adalah maksimal mendekati angka BEP jumlah penonton = 250.000 x Rp. 6.000,- = Rp. 1,5 M
- Untuk memproduksi film dengan budget diatas Rp. 1,5 M, investor dan produser harus sudah memikirkan benar secara matang bagaimana melakukan promosi sejak awal agar target jumlah penonton dapat dicapai
- Biaya produksi dan promosi dapat ditekan bila bekerjasama dengan sponsor

Geen opmerkingen:
Een reactie posten